BAB I

Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Dalam pasal 19 Peraturan Pemerintah No1 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan di selenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian, sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam proses pembelajaran kebanyakan masih belum menerapkan seutuhnya ketentuan tersebut. Padahal proses pembelajaran sangat menentukan dalam mencapai tujuan pendidikan.

Didalam kegiatan proses  pembelajaran  di kelas TP 2009 B, kegiatan pembelajaran di dominasi oleh pendidik, Lingkungan kelas yang biasa- biasa saja, dengan cat pagar berwarna kuning tanpa ada coretan satupun. Pendidik haya duduk di depan peserta didik dan peserta didik haya mendengarkan penjelasan dari pendidik dengan duduk dalam deretan bangku – bangku yang berjejer menghadap ke depan selama berjam – jam. Kondisi yang demikian akan membuat peserta didik merasa jenuh,  malas, dan bosan dalam setiap kegiatan belajar. Bahkan ada yang bermain sendiri seperti bermain laptop dan Hp, ketika proses belajar sedang berlangsung. Rasa jenuh, malas, dan bosan tersebut muncul karena kuarangnya motivasi dalam diri peserta didik.Tidak semua kegiatan pembelajaran yang berlangsung di kelas dapat membuat peserta didik nyaman.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, maka perlu di kembangkan setting kelas yang dapat membuat suasana belajar yang menyenangkan dan dapat memotivasi belajar peserta didik, yakni melalui setting kelas Quantum Learning, yaitu setting kelas yang ditata agar Peserta didik dapat belajar dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan, karena Quantum Learning berusaha mengubah suasana belajar yang monoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik, psikis, dan emosi peserta didik menjadi suatu kesatuan kekuatan yang integral.

1.2  Rumusan Masalah.

Berdasarkan Uraian Latar Belakang di atas dapat di kemukakan rumusan masalah yang ada, yaitu :

1)      Bagaimana pengaruh Setting Kelas Quanutm Learning terhadap peningkatan Motivasi belajar Peserta didik.

1.3  Tujuan Penyusunan Makalah.

Sesuai dengan judul makalah dan rumusan masalah yang telah di uraikan di atas, maka tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :

1)      Mengetahui Pengaruh Setting Kelas Quanutm Learning terhadap peningkatan Motivasi belajar peserta didik.

BAB II

Kajian Teori

2.1 Pengertian Setting Kelas Quanutm Learning

Setting Kelas Merupakan penataan secara proporsional segala alat yang di butuhkan untuk tercapainya tujuan pendidikan.. ( Wijaya & Rusyan : 1991 )

Menurut Dickinson dia mengartikan Quantum Learning merupakan kiat – kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses yang dapat menghemat waktu, mempertajam pemahan dan daya ingat untuk membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.( Deperter & Hernacki : 2002 )

Quantum Learning Adalah Interaksi – interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. ( Deporter & Hernacki : 2007 )

Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa Quantum Learning merupakan suatu lingkungan belajar mengajar yang sengaja di tata sedemikian rupa dengan bermacam – macam perlengkapan kelas yang dapat menunjang proses pembelajaran yang dapat mengkondisikan siswa belajar dengan suasana menyenagkan. Jadi Setting Kelas Quantum Learning dapat didefinisikan suatu lingkungan belajar yang sengaja ditata sedemikian rupa dengan bermacam – macam perlengkapan kelas agar memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

2.2  Faktor – faktor Setting KelasQuantum Learning.

Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang dapat memacu semangat belajar dan meningkatkan daya ingat peserta didik. Lingkungan kelas dapat mempengaruhi kemampuan siswa unutk menyerap informasi dan mendukung kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Penataan lingkunga belajar Quantum Leaning sama dengan penataan pengaturan bangku, musik yang di pasang, penataan cahaya, dan bantuan dinding serta papan iklan, hal tersebut merupakan suatu cara untuk menumbuhkan sikap positif dan kunci untuk menciptakan lingkunga belajar yang optimal. Adapun faktor – faktor yang dapat mendukung terciptanya lingkunga belajar yang kondusif  yaitu :

  1. Lingkungan Sekeliling

Lingkungan kelas merupakan sarana penting dalam proses pembelajaran, karena lingkungan kelas memungkinkan Peserta didik membangun dan mempertahankan sikap positif.

Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang memacu atau menghambat belajar. Lingkunga belajar yang ditata dengan baik dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk lebih terfokus dan menyerap materi pelajaran.( Deporter, dkk : 2002 )

Ada beberapa ide yang dapat digunakan untuk menata lingkungan, antara lain :

  • Poster Ikon

Yaitu poster yang berupa ikon atau simbol yang isinya memberikan gambaran keseluruhan dari materi pelajaran.

  • Poster Afirmasi

Yaitu poster yang berupa kalimat yang berisi pesan – pesan sehingga dapat menguatkan keyakinan siswa untuk belajar. Misal “You Can If You Think You Can”, dll.

  • Gunakan Warna

Yaitu penggunaan warna untuk menekankan kata atau kalimat penting.

Selain ide di atas ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, melalui lingkungan fisik ( Deperter & Hernacki : 2002 ) yaitu :

  1. Papan Bulletin tempat anda mencantumkan perangkat visual untuk menjelaskan proses berfikir, seperti grafik kerja sekarang sedang dalam pengerjaan dan daftar proyek – proyek yang mungkin di ambil
  2. Rak untuk buku – buku dan bahan – bahan rujukan.
  3. “Sistem Penangkap” untuk mencatat ide – ide yang muncul dan mungkin berguna nantinya, seperti sebuah buku bacaan atau perekam
  4. Rencana harian untuk mengatur waktu anda
  5. Sistem Musik Stereo atau lainnya
  6. Pernyataan positif unutk mengingatkan anda agar tetap berada dalam kerangka berfikir sikap ingin maju.
  1. Pengaturan Tempat Duduk

Penataan tempat duduk mempunyai pengaruh positif terhadap proses pembelajaran. Karena pengaturan tempat duduk dapat memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif dalam belajar. Dalam mengatur tempat duduk hendaknya lebih mengutamakan terjadinya tatap muka langsung kepada guru dan sisiwa, agar siswa dapat menberima suatu penjelasan atau informasi yang di sampaikan oleh guru yang akan membuat peserta didik lebih memahami informasi dengan jelas dan guru bisa mengontrol tingkahlaku peserta didik waktu proses pembelajaran berlangsung. Menurut sudirman : 1991 dia mengatakan “bahwa keadaan tempat duduk yang di pergunakan oleh siswa dapat mempengaruhi proses belajar”. Penataan tempat duduk yang baik dan bagus dapat memberikan suatu kenyamanan peserta didik untuk duduk waktu peserta didik belajar di kelas.

Ada beberapa pola dalam pengaturan tempat duduk (Rachman : 1997) yaitu :

  1. Pola berderet atau berbaris berjajar
  2. Pola susunan kelompok,  pola formasi tapal kuda (U)
  3. Pola lingkaran atau persegi
  1. Musik

Mengenlakan dan memasukkan musik ke dalm kurikulum sejak usia dini tidak haya akan meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap musik, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bidang matematika, membaca dan sains.

Musik yang cocok di gunakan saat belajar adalah musik yang sesuai dengan detak jantung manusia antara 60 sampai 80 kali per menit dan jenis musik yang cocok berdasarkan pernyataan diatas adalah musik barok. Musik barok mempunyai ketukan yang relevan dengan detak jantung manusia yang santai dalam kondisi belajar optimal.

Musik barok yang dapat mendukung pembalajaran salah satunya yaiut Mozart. Efek Mozak lebih mudah menyimpan informasi dan memperolah nilai tes yang lebih tinggi.( Deporten, dkk : 2003 ). Jadi musik dapat mempengaruhi kondisi fisiologis siswa dan memungkinkan siswa lebih rileks saat belajar.

  1. Tumbuhan

Tumbuhan menyediakan oksigen dalam udara. Tumbuhan yang di guanakan yaitu tumbuhan yang berwarna hijau yang menghasilkan oksigen dan tanaman hias yang dapat menambah keindahan ruangan.( Deporten, dkk : 2003 ).

  1. Aroma

Menurut Hirsch bahwa manusia dapat meningkatkan kemampuan berfikir mereka secara kreatif sebanyak 30 % warna bungan tertentu. Aroma yang memberikan ketenangan relaksasi yaitu Lavendel, Komomil, jeruk, dan Mawar. Aroma tersebut di semprotkan da dalam ruangan kelas atau di tempatkan di dekat AC atau Kipas Angin. ( Deporten, dkk : 2003 ).

2.3 Manfaat Quantum Learning

QuantumLearning Memiliki beberapa manfaat, ( deporter & hernacki : 2002 )Yakni :

  • Sikap Positif

Quantum learning mengajarkan tentang pentingnya sikap positif yang berakar dari berfikir positif. Sebelum siswa melakukan kegiatan belajar, siswa harus memiliki pemikiran bahwa dengan belajar dapat menjadikan pintar dan memiliki pengetahuan yang luas serta beranggapan sekolah adalah tempat terbaik untuk belajar dan mendapat ilmu.

  • Motivasi

Saat siswa mulai berfikir positif tentang pentingnya belajar, maka siswa akan memiliki motivasi dalam dirinya untuk belajar dan dengan di dukung dari kondisi belajar yuang efektif serta pemberian pujian oleh guru saat siswa berhasil dalam memahami sesuatu yang telah dipelajari.

  • Keterampilan Belajar

Keterampilan belajar dapat membuat siswa memiliki pengalaman yang lebih baik sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya dalam belajar.

  • Kepercayaan Diri

Siswa diberi kebebasan dalam mengembangkan potensi dalam dirinya seluas – luasnya. Sehingga apapun hasilnya, yang terpenitng siswa sudah berusaha dengan kemampuannya sendiri dan siswa menjadi lebih percaya diri dalam melakukan sesuatu.

  • Kesuksesan

Belajar merupakan suatu cara untuk mempelajari sesuatu saat siswa dapat memahami sesuatu yang telah dipelajarinya, maka siswa merasa dipuncak kesuksesan sehingga siswa merasa telah berhasil dalam belajarnya.

2.4 Pengertian Motivasi

Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatran belajar, menjamis kelangsungan kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai tujuan. ( Winkel : 1996 )

Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. (Santrok : 2008 )

Motivasi Merupakan Pendorong suatu usaha nyang di sadari unutk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.( Purwanto : 2007 )

Dari beberapa Sumber di atas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah sesuatu yang ada dalam diri seseorang yang menimbulkan keinginan untuk melakukan suatu tindakan unutk memenuhi kebutuhan dan memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang di inginkan.

2.5 Fungsi Motivasi

Dalam proses pembelajaran motivasi memiliki makna atau peran yang sangat penting karena dengan adanya motivasi maka prestasi belajar dapat optimal.

Fungsi Komunikasi Menurut Sardiman : 2007, yakni

  • Mendorong manusia unutk berbuat, yaitu sebagai penggerak dan pemberi semangat di setiap kegiatan belajar yang akan di kerjakan
  • Menentukan arah perbuatan, yaitu arah tujuan yang ingin di capai
  • Menyeleksi perbuatan, yaitu melakukan perbuatan yang harus dilakukan dan menyisihkan perbuatan – perbuatan yang tidak bermanfaat.

Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian hasil belajar yang optimal. Adanya motivasi inilah seseorang melakukan sesuatu dalam belajar sehingga seseorang yang belajar tersebut akan dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

BAB III

Penutup

3.1 Simpulan

Lingkungan sekolah mempunyai peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar agar materi dapat mudah di mengerti dan dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu lingkungan sekolah khususnya lingkungan kelas harus di setting dengan baik agar dapat memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan nyaman, yaitu melalui Setting Kelas Quantum Learning,  merupakan suatu tempat atau lingkungan belajar yang sengaja ditata dengan berbagai peralatan kelas untuk menunjang proses pembelajaran, agar peserta didik bisa belajar dengan nyaman dan menyenangkan serta diimbangi dengan cara berfikir positif.

3.2 Saran

Untuk Kesempurnaan isi makalah ini, baik kritik maupun saran yang sifatnya membangun dapat diterima dengan ikhlas, agar isi makalah ini lebih sempurna dan bermanfaat bagi si pembeca.

Daftar Pustaka

            Deporter& Hernacki. 2007. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan                       Menyenagkan. Bandung : PT Mizan Pustaka.

Wijaya, Cece & Rusyan, Trabani.1991. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses                            Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Deporter, Bobbi & Hernacki Mike. 2002. Quantum Learning Membiasakan Belajar                       Nyaman dan Menyenangkan. Bandung : Kaifa

Winkel, W.s. 1996. Pikologi Pengajaran. Jakarta : PT Grasindo Widia Sarana                                Indonesia

Rahman, Maman. 1997. Manajemen Kelas. Jakarta : Depdikbud

Santrok, John W. 2008. Psikologi pendidikan. Jakarta.:

Purwanto, Ngalim. 1007. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja                           Rosdakarya.

About these ads